Postingan

TINJAUAN KEBIJAKAN MONETER JUNI 2023

  Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada  21-22 Juni 2023  memutuskan  untuk  mempertahankan  BI 7- Day Reverse Repo Rate  (BI7DRR) sebesar 5,75%, suku bunga  Deposit Facility  sebesar  5,00 %, dan suku bunga  Lending Facility  sebesar 6, 50 % . Keputusan mempertahankan BI7DRR sebesar 5,75% ini konsisten dengan  stance  kebijakan moneter untuk memastikan inflasi tetap terkendali dalam kisaran sasaran 3,0±1% pada sisa tahun 2023 .   Fokus kebijakan diarahkan pada penguatan stabilisasi nilai Rupiah untuk mengendalikan inflasi barang impor ( imported inflation ) dan memitigasi dampak rambatan ketidakpastian pasar keuangan global. Kebijakan likuiditas dan makroprudensial longgar terus dilanjutkan untuk mendorong penyaluran kredit/pembiayaan dan tetap mempertahankan terjaganya stabilitas sistem keuangan. Akselerasi digitalisasi sistem pembayaran terus didorong untuk perluasan ekonomi dan keuangan digital dan p...

HIMA Akuntansi Sukseskan Accounting Revolution Time 8 (ART 8)

https://drive.google.com/file/d/1Bncgpx-TlCHK2-mHOOrOkKl0Jbwjsbzy/view?usp=drive_link

E - Magazine, RUJAK (Ruang Kreasi Akuntansi dan Perpajakan) kelompok 5

https://drive.google.com/file/d/1wN_1ysQIMa_am9XjS4oT3A9aMr-Sbkcz/view?usp=sharing

Sri Mulyani Catat Penerimaan Pajak per April 2023 Tembus Rp688 Triliun

  Menteri Keuangan ( Menkeu )   Sri Mulyani   mencatat realisasi   penerimaan  pajak  hingga April 2023, mencapai Rp688,15 triliun. Jumlah tersebut, kata dia, mencapai 40,05 persen dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara ( APBN ) 2023. Hal ini disampaikan Bendahara Negara dalam konferensi pers secara daring, Senin (22/5/2023). "Penerimaan pajak sampai April 2023 capai Rp688,15 triliun. Kalau kita lihat semuanya masih tumbuh meskipun pertumbuhannya mulai moderat," kata Sri Mulyani. Secara rinci, dia menjelaskan, penerimaan dari Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) hingga April 2023, sebesar Rp239,98 triliun atau telah mencapai 32,3 persen dari target. Perolehan ini, kata dia, masih bertumbuh 24,91 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.   Kemudian Pajak Penghasilan (PPh) non migas sebesar Rp410,92 triliun atau telah mencapai 47,04 persen dari target. Adapun pe...

E - Magazine, RUJAK (Ruang Kreasi Akuntansi dan Perpajakan) Kelompok 4

https://drive.google.com/file/d/1SVuomudz2NNzB2u4OSM5OBwvhF03iLzU/view?usp=sharing

E-News 4 -"Lapor SPT Tahunan Badan Capai 939.948 Per 30 April 2023"

Seperti yang telah diketahui, batas akhir pelaporan Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan Wajib Pajak Badan ialah 30 April 2023 lalu. Direktorat Jenderal Pajak telah menginformasikan bahwa wajib pajak badan yang telah melaporkan kewajiban SPTnya ialah sebanyak 939.948 Wajib Pajak Badan. Jumlah ini telah bertumbuh hingga 48,77 persen dari seluruh total Wajib Pajak Badan yang wajib melaporkan SPT. Angka ini bertumbuh hingga 4,13 persen dibandingkan periode yang sama di tahun lalu. Adapun, Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Dwi Astuti menyatakan dalam keterangan tertulis bahwa pelaporan SPT Tahunan Badan dilakukan melalui sejumlah sarana. Sarana penyampaian tersebut, mayoritas berupa sarana elektronik dengan rincian 817.681 SPT melalui e-Form, 43.174 SPT melalui e-Filing, 823 SPT melalui e-SPT, dan 78.270 SPT secara manual atau datang langsung ke Kantor Pajak terdekat. Selain itu, Dwi juga mengatakan bahwa per 30 April 2023, terdapat sebanyak 11.718 Wajib Paja...

TINDERAKSI (Tindak Lanjut Kader HIMA Akuntansi)

Gambar
  Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Halo sobat Akuntansi dan Perpajakan! HIMA Akuntansi hadir lagi, nih! Jika sebelumnya kita sukses menyelenggarakan LKTD, maka kali ini kita mengadakan kegiatan follow up nya yaitu Tindak Lanjut Kader HIMA Akuntansi (TINDERAKSI) berlangsung selama 2 hari, tepatnya pada tanggal 18 s.d 19 Maret 2023 di Ruang Kelas E707 Lt. 7 dan Mini Teater II, Kampus FEB UHAMKA. Tindak Lanjut Kader HIMA Akuntansi (TINDERAKSI) merupakan salah satu Progam kerja HIMA Akuntansi untuk menindak lanjuti kurangnya pemahaman materi saat di LKTD. Jadi, materi yang dibawakan di kegiatan ini hanya beberapa materi dari yang memang dirasa belum maksimal diterima oleh kader saat di LKTD. Dikarenakan ini adalah bentuk dari follow up kegiatan LKTD yang sudah dilakukan, maka peserta yang mengikuti kegiatan TINDERAKSI ini adalah kader HIMA Akuntansi yang sudah melakukan LKTD. Akan tetapi, terdapat demis alumni dari HIMA Akuntansi yang turut serta datang untuk melihat dan me...